Dua ilmuwan eks Uni Soviet dengan
berani mengemukakan hipotesanya, menganggap bahwa bulan adalah sebuah
kapal ruang angkasa yang telah mengalami perombakan. Dengan demikian,
baru bisa secara sempurna menjelaskan dan menjawab berbagai macam gejala
aneh yang ditinggalkan bulan untuk kita.
Hipotesa ini sangat berani, dan juga
cukup banyak menimbulkan perdebatan, saat ini sebagian besar ilmuwan
masih belum berani mengakui teori ini. Namun, kenyataan yang tidak
diperdebatkan adalah, bahwa bulan memang benar-benar bukan terbentuk
secara alami. Bulan bagaikan mesin yang sangat akurat, setiap hari
menghadap bumi dengan segi yang sama, juga persis sama besarnya
dengan matahari kalau dilihat sepintas. Permukaan luar adalah sebuah
lapisan paduan kulit logam yang tinggi tingkat kekerasannya, bisa
menahan serangan bebatuan yang kepadatannya tinggi dalam jangka waktu
yang panjang, dan tetap sempurna seperti bentuk semula. Jika merupakan
sebuah benda langit alamiah, tidak seharusnya memiliki begitu banyak
ciri khas yang dibuat manusia.
Diperkuat dengan bukti bulan seperti planet logam TITANIUM berongga
yang diciptakan manusia, maka tidak sulit untuk membayangkan
bahwa bulanseyogianya dipasang dan diletakkan di atas oleh “manusia”,
segala ciri khasnya sekaligus menunjukkan, bahwa bulan diciptkan
manusia bumi pada waktu itu. Jika demikian, sebelum adanya bulan, langit
malam hari di atas bumi seharusnya sangat gelap gulita. Jika waktu itu
di atas bumi ada manusia, lalu pada malam hari dan di atas permukaan
bumi yang luas, mereka sangat sulit melakukan aktivitas apa pun, maka
pantas saja dirancang sebuah cermin yaitu bulan, untuk ditempatkan di
atas langit. Maka wajah atau pemandangan bulan yang paling asli adalah
sebuah bola metal, yang tingkat keterangan cahaya pada zaman dahulu
pasti lebih terang dibanding sekarang, seiring dengan perjalanan waktu
yang panjang, di bawah kondisi tidak adanya lapisan atmosfer, dan
ditutupi sejumlah besar bebatuan kosmos serta debu sehingga menjadi
seperti sekarang ini. Dan bila saat ini kita menganalisa permukaan
bebatuan dan tanah bulan, tentu saja mendapati usianya lebih lama dari
pada bumi, membuat adanya perasaan sedikit fantastis.
Saat ini terhadap masalah yang tidak
dapat dijelaskan dan tidak berani diakui ilmuwan, bila kita melepaskan
bingkai-bingkai pemikiran yang sempit, menganalisa secara rasional akan
menemukan banyak sekali fenomena yang sulit untuk dijelaskan namun
sebenarnya sangat mudah dipahami. Berdasarkan sejumlah besar bukti yang
ditemukan ilmuwan sejak awal sudah bisa dipastikan bahwa bulan adalah
ciptaan manusia, merupakan ciptaan manusia prasejarah, lalu mengapa
tidak bisa mengambil kesimpulan terakhir? Sebab eksistensi manusia
prasejarah, dapat dikatakan adalah merupakan pantangan ilmuwan, sebagian
besar ilmuwan biar pun meneliti begitu banyak bukti dan teori yang
tepat, namun saat menemui pandangan yang bertentangan dengan teori
evolusi, maka siapa pun tidak berani mengemukakannya.
Padahal eksistensi manusia prasejarah
yang memiliki peradaban yang sangat tinggi sudah ditunjukkan dalam
penemuan-penemuan arkeologis belakangan ini. Sebagai contoh, penemuan
tambang reaktor nuklir yang diperkirakan berusia 2 miliar tahun yang
lalu di Republik Gabon, Afrika, yang lebih canggih dari pertambangan
reaktor nulir zaman sekarang. Semangat yang menuntut “kebenaran”
seyogianya merupakan prinsip tertinggi dalam penelitian ilmuwan, apabila
kita telah melompat keluar dari bingkai-bingkai pemikiran pendahulu,
maka tidak sulit untuk membayangkan bahwa di antara sejumlah besar
penelitian ilmiah, akan terdapat sebuah lompatan yang sangat cepat
Sekarang, apa kalian percaya dengan itu semua?? Hanya Tuhan yang tahu..
Sumber : Just My Blog and Amazing Friend

0 komentar:
Posting Komentar
Perhatian !
1.Hargai Komentar Orang
2.Request disini
3.Jangan Spam
Emoticon :
:1: , :2: , :3: , :4: , :5: , :6: , :7: .